Senin, 05 Januari 2009

Rintihan pendosa

Kicauan burung mendamaikan jiwa
Rindangnya pepohonan menghangatkan raga
Damainya alam menggugah perasaan
Keseimbangan segala ciptaan yang tiada tandingan
Segalanya tiada mampu menyentak jiwa
Hanya sekedar mengingat siapa penciptanya
Membatukah hatiku
Menjadi karangkah hatiku?
Tiada tersentuh kalbuku dengan melihat kebesaranNya
Tiada kuterhenyak dari mimpi panjanku
Tiada tergerak ragaku tuk segera menyambutNya
Tiada kuterbangun dari lamunan yang melenakan
Inilah diriku yang berselimut dosa berkarat
Berbantalkan maksiat
Bergumul dengan syahwat
Bercengkerama dengan kawat tersesat
Alam kesadaran tlah terbuka
Tapi hanya sekedar mengingatNya
Itupun tiada berselang lama
Hanya sesaat yang sangat menyiksa
Ya Robb, betapa kelu bibirku
Hanya sekedar melafalkan namaMu
Apa karena menggunungnya dosaku
Hingga Engkau menjauhiku
Sering kubercerita padaMu
Tentang dosa-dosa yang lalu
Yang sering kuingkari dan tak kuakui
Namun seiring berjalannya waktu
Kembali keterperosok dalam rayuan nafsu
Lagu rindu berseru dalam kalbu
Nyanyian waktu dikala tidak bertemu
Seakan terus melaju inginkan bersatu
Dalam waktu yang terus berlalu
Tapi rindu pada Rabbku lebih menggebu
Menerjang batas ruang dan waktu
Untaian do'a mengalun syahdu
Berarak airmata kepedihan dan pilu
Teringat noda berserak tak menentu
Lukisan hati tak seputih salju
Ternoda oleh bisikan indahnya nafsu
Ya Rahman, inilah hambaMu yang hina
Mengetuk rahmatMu tiada terkira
Merengek memohon ampunanMu
Melabuhkan derita jiwa di hadiratMu
Ya Rahim, dengan segala kasihMu
Raih aku dalam dekapan RidhoMu
Peluk aku dalam hangatnya CahayaMu
Bimbing aku dalam mencintaiMu
Amin ya Robbal 'alamin




a

Tidak ada komentar: